Jasa Transportasi Antar Pulau Indonesia

Jasa Transportasi Antar Pulau Indonesia

Perbaikan dan pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia sedang digenjot. Yang paling terlihat adalah pembangunan transportasi darat mulai dari pembangunan tol trans Sumatera hingga Papua. Kemudian transportasi udara melalui pembangunan dan perbaikan bandara. Terakhir yang masih dan terus berjalan adalah transportasi laut. Jalur cepat transportasi laut atau tol laut menjadi salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo.

Selama ini, pertumbuhan ekonomi hanya terpusat di Pulau Jawa sehingga untuk mendistribusikan muatan logistik ke wilayah yang memiliki pertumbuhan ekonomi rendah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia membutuhkan biaya yang tinggi. Pembangunan tol laut dilakukan untuk menyediakan jaringan angkutan laut tetap dan teratur yang menghubungkan simpul pelabuhan utama atau Hub dengan pelabuhan-pelabuhan pengumpannya (Feeder). Tujuan utamanya untuk menghilangkan kesenjangan harga antara Indonesia bagian barat dengan timur yang terkendala dengan tidak efisiennya sistem logistik. Tol laut mulai beroperasi pada November 2015 dengan tiga ruas trayek dari enam yang direncanakan.

Tahun 2018, Kemenhub menambahkan menjadi 15 trayek atau rute untuk tol laut yang akan dioperasikan. Dalam laporan tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK (pdf), disebutkan bahwa tol laut terbukti mampu mengurangi disparitas harga antarwilayah di Indonesia. Harga beras di Kepulauan Anambas dan Fak-fak turun sebesar 14 persen. Sementara di Larantuka, NTT harga beras turun 17 persen. Selain beras, harga kebutuhan lain seperti gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, dan semen juga tercatat mengalami penurunan. Dalam perkembangannya, pembangunan infrastruktur perhubungan laut erat kaitannya dengan perbaikan lalu lintas barang dan penumpang. Mengingat wilayah Indonesia didominasi oleh kepulauan, transportasi laut memiliki peranan penting untuk meningkatkan konektivitas antarpulau di Indonesia.

Karena peran dan fungsinya sebagai alat mobilitas manusia dan barang, maka penyediaan prasarana dan sarana transportasi terus dituntut untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Di Indonesia, pelabuhan diklasifikasikan ke dalam dua kelompok yaitu pelabuhan yang diusahakan dan pelabuhan yang tidak diusahakan. Kedua pelabuhan ini sama-sama melayani kegiatan angkutan laut hanya saja fasilitas pada pelabuhan yang tidak diusahakan tidak selengkap pelabuhan yang diusahakan. Menurut data Departemen Perhubungan, pertumbuhan jumlah pelabuhan di Indonesia cenderung lambat. Pada 2012, jumlah pelabuhan yang diusahakan ada sebanyak 111. Jumlahnya tidak bertambah hingga tahun 2015, malah mengalami penurunan dua tahun setelahnya yaitu 108 pelabuhan pada 2016 dan 97 pelabuhan tahun 2017. Secara umum, peningkatan jumlah pelabuhan yang paling besar ada di tahun 2016.

Jasa Transportasi Antar Pulau Indonesia

Namun, saat ini kita PT. Dede Transutama sedang mengembangkan sistem kerja transportasi yang cepat, tepat waktu, komunikasi yang mudah dan harga yang kompetitif. Kami mengembangkan sistem kinerja yang memudahkan untuk kedua belah pihak, baik dari sisi kami sebagai vendor maupun dari sisi customer. Silahkan kontak kami untuk bertanya lebih detail mengenai muatan barang yang mau dikirim dengan menggunakan kontainer. Kami siap memberikan pelayanan yang amanah kepada para customer kami.

Kami menyediakan Jasa Angkut Transportasi dengan menggunakan kontainer dengan tujuan hampir diseluruh kepulauan yang ada di Indonesia, kami sudah 8 tahun lebih berkecimpung didalam bisnis transportasi ini serta sudah banyak menangani berbagai macam perusahaan baik swasta maupun pemerintahan. Jika ingin menggunakan jasa kami silahkan kontak kami bisa dengan telepon, wa atau email.

PT. Dede Transutama

Call/WA : 082131352425 atau 0811323239

Email : [email protected]

Web : www.dtuforwarder.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *